Tuesday, December 07, 2004

Sungguh..aku ingin memeluknya..:(

Wanita itu sahabatku..tempat dimana aku banyak belajar. Dari beliaulah aku banyak belajar tentang keikhlasan, dan kesabaran.

Baru-baru ini ia “mengunjungi” ku di dunia maya dan “bercerita” bahwa dibalik hubungan baiknya dengan suaminya (yang dikenalinya melalui proses ta’aruf yang singkat), dibalik pernikahannya yang baru seusia jagung, ia terpaksa harus menemui kenyataan pahit bahwa suaminya adalah seorang gay dan homoseksual.

Seandainya ia ada disisiku tentu aku akan memeluknya dengan dekapan cinta seorang sahabat dan berkata bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan.
Akan kukatakan padanya bahwa tidak ada perbuatan yang tidak berbalas disisiNya.
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun niscaya Dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarah pun niscaya Dia akan melihat balasannya pula” QS Az Zalzalah: 7-8

Maka perjuangan untuk bersabar dalam menjalani ujian Allah adalah sikap terbaik. Bila kita dapat melewati ujian tersebut dengan baik maka Insya Allah..kita akan menuju tingkat keimanan yang lebih tinggi.

Bukankah bagi seorang muslim semua perkara itu adalah baik? Jika menyenangkan kita hadapi dengan kesyukuran. Alhamdulillah.
Jika menyakitkan kita hadapi dengan kesabaran. Innalillahi wa Innalilahi raaji’uun.

Kepada L tersayang dan semua orang yang sedang diuji oleh Nya. Bersabarlah!! Beratnya ujian merupakan isyarat dekatnya pertolongan Allah SWT. Amin

*Tulisan ini hadir semata-mata karena aku ingin menghiburnya dengan tulus! Dengan seluruh dekapan cinta seorang sahabat

7 comments:

Anonymous said...

benar sekali bu apa yang ibu tuliskan. setiap perkara seorang muslim, pasti ada ibrah di dalamnya. btw..makasih ya bu atas ucapannya pada saya *peluk*..salam sayang buat shafiya yaa..

*)Iin

Longbridge Man said...

benar, di balik setiap kejadian pasti ada hikmahnya. seandainya kondisi pernikahan janggal itu (suami tak "menyukai" istrinya, malah tertarik pada lelaki lain), akan membuat fitnah, tak ada salahnya si istri minta cerai dan menikah dengan suami yg laki2 sejati. wallahualam.

Tian

.:nien:. said...

Something which is difficult to give any comment. Sekarang memang fenomena banyak sekali yang sampe 'jadi' begitu. Saya tidak membenarkan tapi gak brani nyalahin juga, for a selfish reason, saya gak mau judgemental terhadap suatu perkara. Saya menganggap semua manusia sama, regardless their preferences, it's their own choice!
God will show us the way, and I am sure it will be the best of all. Sampein temennya buat tough ya, Ros!
Btw, Ros, bantuin benerin blogku dong ... lagi acak adut nehhh :(

php5 said...

sedihnya cerita ni bunda.. tiada ubatkah utk suaminya? isk..

Syati said...

Saya termotivasi bila baca entry ni. Kadang2 bila ditimpa ujian, kita sangka kitalah yg. paling teruk diuji, rupanya ada org. lain yg. lebih teruk.

Anonymous said...

manusia akan senantiasa mendapat ujian dariNya. moga sahabat bunda akan tabah...

Op

pipit said...

ya Allah... *kaget banget*
mudah-mudahan diberi kesabaran dan jalan yang baik untuk menyelesaikan masalahnya ya bunda...