Sunday, June 15, 2014

Merasakan Jadi Pasien BPJS-Part 4

Well...sabtu yang penuh dag dig dug. Karena sampai jam 10 belum juga ada tanda-tanda dapat kamar untuk opname. Padahal dokter bius menyuruh untuk opname 2 hari sebelum operasi. Kalo operasinya tanggal 16 juni, berarti kan hari ini kudu opname.

Kebijakan yang rada aneh kalo aku bilang sih. Wong pasien dah dapat surat mrs dan jadwal operasi yang pasti. Mustinya kan bisa dimasukkan skedul opname ya...Pfftt...

Tapi alhamdulillah (yaa Rabb, air mata ini senantiasa menetes mengingat semua kebaikanMu), pukul 12.00 ada telpon dari private wing kalo kita dapat kamar tp yg 1 level dari jatah bpjs askes. Ya wis lah, nambah bayar gak papa, daripada gagal lagi skedul operasi.

Jam 1330 pun kami 'check in' *halah kayak mau nginep di hotel aja*. Kalau ke hotel mah seneng...hihihihi... Urus administrasi yg cukup ribet tapi alhamdulillah lancar. While bapak di cek sama dokternya untuk dibuatkan surat masuk dan lain-lain. Akhirnya found out kalo bapak lost another 3 kilos (so totally 11 kg in almost 2 months eating clean with food combining).

So here we are. Already admitted to this Private Wing of this type A goverment hospital. Another preparations still going on.

Semoga Allah senantiasa mudahkan , termasuk proses durante operasi dan paska operasinya senin nanti.

Mohon maaf atas semua kesalahan yaa. Doakan kami

-to be continued-

Friday, June 13, 2014

test

Test
Surabaya Eye Clinic

Jl Raya Jemursari 108
Surabaya 60237 Jawa Timur

031-8495502 / 031-8433050

Twitter : @klinik_mata_sby

Akhirnya Merasakan Menjadi Pasien BPJS-Part 3

Wah....wah....hampir terlupa melanjutkan lagi serial ini hihihihihi..

Alhamdulillah lab semua baik, setelah ambil hasil lab , lanjut ke poli jantung untuk konsultasi kelayakan operasi :D

Balik lagi ke BPJS Centre di Unit Rawat Jalan., pencet nomer antrian khusus untuk loket pegawai RS.

Alhamdulillah- langsung dipanggil nomer antriannya.

Oleh petugas BPJS, kami diberi SPJ ke Poli Jantung. Setelah menerima SPJ, ke loket Poli Jantung, eh langsung disuruh masuk. Alhamdulillah.

Duduk di antrian. Baru tau kalo poli jantung is very simple. Maybe because the doctors only need few instruments to diagnose, unlike poli mata yang harus pake soooo many instruments :D

Sayangnya, screening tekanan darah kok pake tensimeter yang digital dok? Gak ketauan lg kalibrasinya kapan :D Kok jadi sama dong ama penjual jasa tensi keliling ;))

Sorry if it is offense , but, as the top referral cardiac centre, at least they have calibrated blood pressure measurement.

Setelah dapat ACC untuk operasi, kita pun balik ke poli anestesi untuk penyerahan semua hasil. Dan baru tau, bahwa Bapak has lost 8 kilos during 1 month Food Combining.

Yeay...... *koprol*

Sekarang, tinggal perjuangan mencari kamar untuk opname di private wing Rumah Sakit ini. Semoga Allah mudahkan. Karena penuuuuh terus, gak bisa inden dan baru bisa tau di H-1 after 1 pm :(

Doakan ya teman2....


Galeri Bunda

www.facebook.com/GaleriBundaShafiya

SMS/Whatsapp : 08113419344

Wednesday, June 04, 2014

Merasakan Jadi Pasien BPJS Part-2

Well....

Setelah berhasil mendapat rujukan dari puskesmas untuk ke RS tipe A di kota kami, keesokan harinya kami mulai 'petualangan' mengurus persiapan bius umum sebagai peserta ASKES PNS yang sekarang lebur menjadi BPJS.

Rencana pagi kami sudah ke Poli THT tapi plan berubah karena ibu mertua mendadak *at the same time* merasa lemas dan jantung berdebar-debar. Secara ibu memang penderita diabetes-jantung-darah tinggi dan pernah stroke, kami melarikan beliau ke unit gawat darurat dulu yang ternyata oleh pihak triage dianggap tidak emergensi dan disuruh ke rawat jalan.

Back to our adventure, ended up baru pk 10.00 nyampe di poli THT. Secara dokternya kenal baik, so far gak ada problem, dan beliau menulis surat2 lab/rontgen/ dan konsul2 ke jantung dan anestesi.

Setelah itu untuk bisa dijamin oleh BPJS, maka kami harus ke BPJS center di lantai bawah, pencet antrian loket pegawai dan voila, antrian cuma 2 orang. اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعلَمِيْنَ.

Setelah minta SJP ke Radiologi dan Lab, kami ke Gedung Pusat Diagnostik Terpadu.
Hadeeeeh..antrinya :)

Tapi ya tetep berusaha sabar menjalani. Dan memang betul "Innallaha ma'a shabirin" Allah bersama orang2 yang sabar. Setelah beberapa lama nunggu, petugas tanya apa Bunda dokter di RS ini? Lalu memberi kesempatan untuk diinput dahulu :) Alhamduilillah-

Nah, setelah itu nunggu antrian lagi untuk difoto. Eh, barengannya Bapak perempuan semua. Jadi Bapak didahulukan lagi :)

Di Lab pun demikian, dibantu diambil darah oleh petugas senior yang alhamdulillah-memudahkan semua proses kami

Semuanya gratis (•ˆ⌣ˆ•). Lab Lengkap / Rontgen dan EKG . Alhamdulillah Allah mudahkan.

Kunci berobat yang penting 1: Yakin kesembuhan dari Allah dan Sabar Tawakal menjalani semua prosesnya.

Besok tinggal ambil hasil lab (hasil rontgen sudah selesai hari ini). Lalu EKG (rekam jantung) di Poli Jantung *maklum usia > 40th :D* dan lanjut ke Poli Anestesi untuk evaluasi.

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Doakan ya teman-teman
Galeri Bunda

www.facebook.com/GaleriBundaShafiya

SMS/Whatsapp : 08113419344

Monday, June 02, 2014

Akhirnya Merasakan Jadi Pasien BPJS (Askes) Part-1

Part 1?

Iya ! Soalnya bakalan pasti banyak posting-posting menyusul karena semua dilakukan step by step.

Jadi gini, setelah beberapa lama keluhan hidung sering buntu dan kualitas tidur malam berkurang, ended up diketahui bahwa ini ialah suatu Sleep Apnea yang insyaAllah tipe obstruktif karena memang ada penyimpangan posisi tulang rawan hidung sehingga praktis proses bernafas hanya bisa dilakukan oleh lubang hidung sebelah kiri.
Yah...alhamdulillah alaa kulli hal...

Yang penting sudah terdiagnosis secara endoskopis dan diputuskan dilakukan Septoplasty dan Turbinoplasty *nama tehnik operasinya*

Karena kami punya fasilitas ASKES yang kedepannya diubah jadi BPJS kesehatan, ya dipake dong. Rugi amat tiap bulan udah bayar premi :p

So, here we are at our Puskesmas provider, waiting for doctor.

Jam 745 dateng setelah antar Shafiya sekolah, eh antrian udah no 22 aja walaupun belum buka polinya.

So far sih petugas cukup ramah, ada satpam yang mengingatkan untuk ambil nomer antrian, petugas loket juga ramah.

Sekarang kita lagi nunggu giliran untuk diperiksa dokter puskemas di poli BPU nih.

Nunggu beberapa saat, dipanggil.

Petugas Balai Pengobatan cukup ramah, namun ketika mengetahui kami minta dirujuk di RS tipe A (dimana memang kami sudah rutin kontrol di RS tersebut dan mendapat advis operasi dari RS tersebut, alat dan dokter operator yang dapat mengerjakan tehnik operasi ini adanya di RS tipe A tsb dan juga Bunda kerja di RS tersebut), petugasnya rada kekeh kami harus ke RS tipe B dulu. Padahal jelas pasti RS tipe B tidak ada alat dan SDM itu.

Qadarullah-ada dokter puskesmas tersebut yang kenal ama Bunda. Adik kelas Bunda setahun. Dan akhirnya mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, kami diijinkan untuk mendapatkan rujukan ke RS tipe A tersebut.

اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعلَمِيْنَ

Besok, rencana akan mulai proses persiapan bius umum. Seperti periksa lab, EKG, rontgen, dll dll yang pasti lebih ribet, dilanjutkan konsul ke dokter bius.

Doakan ya teman...

Semoga Allah mempemudah urusan kami.

To be continued.......
Galeri Bunda

www.bunda-galeri.blogspot.com

SMS/Whatsapp : 08113419344

Sya'ban - Pesona yang terlupakan

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dengan mengharap ridho Allah SWT, izinkanlah aku menawarkan diriku untukmu.

Namaku adalah Sya'ban. Mungkin tidak banyak orang yang mengenalku. Namaku bisa saja terdengar sangat asing. Mungkin orang akan mengiraku "sorban", atau lebih parah lagi mengiraku "lakban"...

Sejujurnya, aku merasa iri dengan saudaraku yang telah mendahuluiku dan yang akan menyusulku. Mereka lebih terkenal dariku. Aku iri pada saudaraku yang menyapamu lebih dulu, Rajab namanya. Sementara yang akan hadir adalah yang paling mulia dan indah di antara kami, ialah Ramadhan.

Orang-orang banyak melupakanku. Padahal aku juga dicipta dengan keindahan yang merona dan kebaikan yang menyamudera.

Beruntung, sungguh beruntung nasibku. Rasulullah Muhammad SAW pernah menyanjungku dengan lisannya yang mulia...

"Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban?" begitu tanya Usama Bin Zaid.
Rasulullah SAW pun menjawab, "Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (HR. Abu Dawud dan Nasa'i).

Ya, aku datang ke hadapanmu. Menawarimu cawan-cawan berisi kebaikan-kebaikan yang besar. Agar matamu berpaling pada pesonaku. Dan mantab memenangkan hatiku.

Ingatkah engkau bahwa Ibnu Rajab pernah berkata berkata: "Puasa dibulan sya'ban lebih utama daripada puasa dibulan-bulan haram, dan sebaik-baik amalan sunnah adalah yang dilakukan ketika dekat dengan bulan suci Ramadhan baik sebelum maupun sesudahnya, maka puasa pada bulan ini kedudukannya seperti sunnah-sunnah rawatib sebelum atau sesudah fardhu dan berfungsi untuk melengkapi jika ada kekukarangan pada amalan fardhu tersebut. Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan memiliki keutamaan lebih dibanding puasa-puasa lain yang bersifat mutlak atau umum. Oleh karena itu puasa yang dilakukan ketika sudah mendekati Ramadhan lebih utama dibanding puasa-puasa yang dilakukan jauh dari bulan suci ini"?

Uhm... Orang bilang, "tak kenal, maka taaruf". Dan aku ingin sekali engkau mentaarufi diriku. Jauh lebih dalam. Melebihi palung di celah bumi. Temuilah aku. Bahwa aku adalah mutiara yang terpendam. Aku tidak terkenal. Aku pun hanya yang terlupa. Tapi aku tetaplah mutiara yang bersinar. Yang menanti pinanganmu dengan binar.

Sungguh, bila engkau berbuat ibadah bersamaku yang kala itu banyak orang lupa terhadapku, maka menjadi orang yang ikhlas adalah buahnya lantaran kau terlatih oleh kesunyian. Sebab engkau beribadah
bukan karena apa yang mengitarimu. Tapi karena kesungguhanmu untuk menghamba kepada Rabb-mu. Rabb kita.

Kuberharap, buah dari cintamu kepadaku akan segera ranum. Buah yang melahirkan cinta, pada Ramadhan yang mulia.

Ku 'kan setia menunggumu...
Dalam sepi nan syahdu...
Semoga engkau segera berminat meminang kemuliaanku...

Salam Cinta dari Pesona Yang Terlupakan,

@Sya'ban

-Chif El Hamasah-
Galeri Bunda

www.bunda-galeri.blogspot.com

SMS/Whatsapp : 08113419344

Wednesday, October 30, 2013

Sabar Atau Bela Diri ?

Gimana rasanya dicaci maki? Atau, meski tanpa intonasi, tapi ada kata kata yang tajam ditujukan pd kita?

Dua sisi dalam nurani kita rebutan. Satunya membisikkan, "itu kan gak bener, itu nyakitin banget! Sakit banget ngdengernya"

satu lagi ngusap ngusapin jiwa sambil bisik, "sudahlah, toh ndak bener seperti itu, diemin aja. Kelak juga akan terbalas sendiri"

Dalam rasa sakit dan rasa berat nerima, kita tercenung sejenak memikirkan, pendapat siapa yang akan kita ambil.

Apakah membiarkannya? Atau, membalasnya langsung, supaya dia tau rasanya dicaci sesakit itu.

Ya terserah sih, terserah kita juga. Mau pilih duduk duduk sama malaikat atau sama setan?

Yuk ah, kita motivasi jiwa kita agar terus positive, apapun yang terjadi

(ABUDAUD - 4251) : Telah menceritakan kepada kami Isa bin Hammad berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Sa'id Al Maqburi dari Basyir Ibnul Muharrar dari Sa'id bin Al Musayyab ia berkata,

"Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk-duduk bersama para sahabat sahabatnya, tiba-tiba ada seorang laki-laki mencela Abu Bakar, namun Abu Bakar diam saja.

Laki-laki itu kembali mencacinya untuk yang kedua kalinya, namun Abu Bakar tetap diam. Dan ketika laki-laki itu mencacinya untuk yang ketiga kalinya, Abu Bakar membela diri dan membalas caciannya.

Maka ketika Abu Bakar membela diri, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangkit. Hal itu menjadikan Abu Bakar bertanya,

"Wahai Rasulullah, apakah engkau marah kepadaku?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

"Malaikat telah turun dari langit mendustakan apa yang ia katakan kepadamu, saat engkau membela diri setan telah mengalahkanmu.
Maka tidak mungkin aku ikut duduk jika setan sudah berperan."

[dari Ensiklopedi kitab 9 imam hadits]

Jadi, kalo ada kejadian seperti itu, jika ada orang yang melontarkan kata kata yang menyakitkan, sebenarnya, SEBELUM kita terfikir untuk membalasnya., malaikat sudah lebih dulu mendustakannya.

(Copas dari Fb Mbak Sayyidah Murtafiah -Mbak Moenk)
Dr Rozalina Loebis,SpM
Pediatric Ophthalmology & Strabismus
Ophthalmology Department Airlangga University

Twitter @RozalinaLoebis

www.rozalinaloebis.com