Tuesday, October 19, 2004

Saat Hati Telah Mati

Saat hati kita telah mati, maka bisa jadi, seberapa pun usaha kita untuk melongok ke dalamnya menjadi tak berarti.
Untuk setiap kesalahan kecil yang kita perbuat, untuk tiap detil kemaksiatan yang terlakukan baik sadar maupun tidak, untuk pemakluman terhadap menumpuknya sudah segala bentuk kebiasaan-kebiasaan buruk kita, untuk dosa besar sekalipun, bila hati ini telah mati, maka ia tak lagi bisa memberontak, bahkan untuk sedikit saja tergerak.

Mungkin dalam alam bawah sadar, kita akan bertanya,

Wahai hati, mengapa tak lagi kudapat rasakan kelezatan itu.
Getaran saat diucapkan nama-Nya.
Rasa yang merayap melebihi biasa, ketika kudengar ayat-ayat-Nya.
Atau pedih kala kuingat kembali, betapa penuh dosa diri ini.
Pula sergap rasa takut yang menjelang,
Sewaktu kusadari kobar neraka tak kan henti menyala.
Duhai hati, kian kesatkan dirimu kini?

Apakah ini saatnya engkau mati?
Duhai rindu, datanglah kembali ...

(diambil dari sini)

Segera setelah sadar saya berkata pada Bapak...

"Bab..kalau Bunda dah mulai bandel..., Bapak harus jadi orang pertama yang mengingatkan Bunda yah...Bunda Gak mau hati Bunda mati...Naudzubillah.."

2 comments:

Jiwa Rasa said...

Bunda,

Bagaimana mau hidupkan kembali hati yang sudah mati?

Mahyudin said...

emm, terharu jugak baca entry bunda yang ini, insyaAllah di bulan puasa ini moga kita dapat kembali jernihkan hati kita ini....