Monday, August 25, 2008

Ketika Rindu Itu Bicara



Sahabat, maukah kau mendengar aku bertutur?

Tentang sebuah persahabatan yang indah

Tentang kesetiaan yang abadi

Tentang kehidupan yang maknawi

Dan.. semua hal warna-warni

Sahabat, ijinkan aku mencuri sehelai waktumu..
Ketika aku ingin berkisah

Bukan keluh kesah..

Karena hatiku sedang haru...biru


Sahabat, bersamamu kulewati rentang elastisitas masa canda, tawa, hingar, bahagia

Lengkap mewarna pun gundah, luka, airmata dan darah telah jadi jelaga..

Ayun mengayun bergandeng tangan..

Seerat hati kita yg telah terpaut....

Dan tahukan engkau sahabatku?
Semua hal indah yang pernah kita lewati..mana mungkin abadi

Padahal aku ingin selamanya kita bisa tertawa dan bahagia


Sesungguhnya sahabatku, bukan itu intiku...
Semua yg kubagi denganmu adalah semu

Maka, maukah kau tunjukkan apa keabadian itu?


Duhai, sahabat
Kaulihatlah siapa tamu yang sudah di ujung pintu...

Tersenyum malu-malu

Menunggu rengkuhan sambil tersipu-sipu

Dia adalah yang terindu
RAMADHAN
namanya..Indah bukan?


Maka kemarilah..
Sambut kembangan tangannya

Sepenuh jiwa ijinkan raga dan nyawa bersatu dalam suka

Sahabatku, inilah pintu itu
Ketika apa yang indah dan abadi itu bukan maya

Kita akan bercanda dan tertawa dalam keabadian nyata

Maka letakkan Ramadhan di tengah persahabatan kita

Maka yakinlah, ini saat aku menutup cerita


Marhaban ya Ramadhan 1429 H.
Ijinkan aku untuk mendekapmu sepenuh rindu...


(Source: mailing list UQISA)
Gambar dari :
ramdani1428.wordpress.com

No comments: