Sunday, February 27, 2005

Saat itu kami aku, Bapak dan Shafiya (Syaffa) sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk soto lamongan Cak Har *slruup* yang terkenal itu..:)
Tepat di traffic light menuju ke arah Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki utk membelikan sekantung plastik es teh bagi si anak.
Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan (straw). Tampak si anak sangat menikmatinya..kehausan barangkali…
Setelah si anak puas, ibu itu pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata…walaupun es teh itu hanya bersisa sangat sedikit..mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya…Ibu itu tetap menyimpan sisa itu dengan hati2 dengan mengikat kembali kantung plastik es teh itu..


Subhanallah…betapa orang seperti mereka sangat menghargai dan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya dengan sangat hati-hati..
Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes…

Teringat akan percakapanku dengan Syaffa di depot soto itu..” Nak..udah deh..es tehnya gak usah dihabiskan..ayo..cepetan..Bapak sudah menunggu di mobil..”
Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku utk berbuat suatu hal yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya…Astagfirullah hal Adhim…

Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah..Allah memberi saya petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya.

Syukur Alhamdulillah..Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara untuk menghargai nikmatNya.

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?"

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan?

Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya.

Betapa tidak…saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain.
Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik..
Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat.

Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam study dan career insya Allah saya selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya.
Ketika saya berdoa agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu..
Namun..dari banyak nikmat yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasih saya..

Nikmat ..begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya.

Ya Allah..janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur terhadap nikmatMu…

(Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya opandai berbicara. Mtahari dan bukan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohohn-pohonan keduanya tunduk kepadanYa. Dan Allah meninggikan langit dan Dia melektakkan nerada keadilan. Supaya kamu jangan melampui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di bumi itu ada buah-buahan dan pohon klurma yang mempunyai kelopak mayang.Dan biji-bijian yang berkulit dan bungan-bungan yang harum baunya. Maka nikamat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan??
(Surat Ar Rahman: 1-13)

24 comments:

Anonymous said...

Mba.. subhanallah..makasih yaah buat postingannya.. inspirasi banget.. huhuhuu..
Makasiihhh...*speechless*

enno said...

Mba.. subhanallah..makasih yaah buat postingannya.. inspirasi banget.. huhuhuu..
Makasiihhh...*speechless*

-deppii-

RahmaRani said...

Aduh dalem bangett bunda.. Subhanallah... bunda should take a picture of them. Coz picture speaks more than words :)

Anonymous said...

Ravi :
Mbak Ros, dengan mbak Ros posting tulisan ini , mbak Ros kan bersyukur juga dalam bentuk yang lain ... Kita jadi dingatkan untuk selalu bersyukur ...
BTW Tapi kok saya malah ingat soto lamongan.
Di sini " ndak katik " (ndak ada)soto lamongan. Pempek "galo" (semua).
Salam dari bumi Sriwijaya

Uyet said...

Makasih untuk sudah berbagi ya Bunda... Mudah2an Allah berkenan selalu memberi keteduhan dengan cara yang tak terduga.

niezagraha said...

iya dg melihat secara langsung... hati kita akan langsung merasakan apa arti semuanya itu...Insya Allah kita selalu mendapat kejernihan hati utk menyadarinya...

-Nieza-
www.graha.blogspot.com

Ellya-The Dreamcatcher said...

hiks..jadi trenyuh Bunda.. ;)

Shafiyya Ibrahim said...

masya ALlah bu ros..bener kadang atau bahkan sering kita tuh ngeliatnya ke atas ya..

sehingga jadi kufur nikmat. sama suka tertohok kalo baca ar-rahmaan..

banyak banget nikmat yang gak bisa disebut dan dihitung. alhamdulillah....semoga kita bisa jadi hambaNya yang selalu ingat dan syukur nikmat ya. amin

danke tuk postingannya..ngingetin trus..

-ari-

MamaBear said...

Terima kasih ya Bund, it's a reminder for all of us. Nikmat Allah tiada batas, semoga kita semua, terutama saya sendiri, selalu ingat untuk selalu bersyukur kepadaNya.

Anonymous said...

bener bu ros, akhir2 ini saya juga secara nggak sadar ngajarin mubazir ke anak2... postingannya bagus banget .. kabar kami baik2 bu ros..cuma jarang didepan komputer aja skrg, moga2 bu ros sekeluarga senantiasa dlm lindunganNya ya ..
-nug-

mit@ said...

bunda..
bsyukur kita dah diingetin...
setiap kejadian slalu mengandung
makna...subhanallah

Longbridge Man said...

Subhanallah. Betul Bu, belajar bisa dari mana saja. Ternyata, keluarga sederhana bisa mengajari kita tentang cara bersyukur.

Anonymous said...

wwwwwwwweeeeeeewww keren !!!

viga said...

keren !

lovemama said...

Duh ... jd terharu baca kisah ibu itu.... hiks....hiks....

Zubia's Mom said...

Terima kasih sudah mengingatkan untuk selalu bersyukur, Bunda...

Flona said...

Wah postingannya sangat menyentuh dan juga menyadarkan kembali akan karunia Tuhan itu nggak ada istilah kecil atau sedikit ya...

Hani said...

ceritanya menyentuh bu...saya suka. rasanya kita sudah pantasnya berterimakasih masih ada yang mengingatkan...terima kasih bu atas ceritanya :)

Longbridge Man said...

selamat atas kelulusan semua subyek yang diujikan :)

husein said...

Margorejo itu Surabaya pa Pandaan bu ?

hmm jadi inget post tentang anak jalanan di milis muslimblog

+-------------------+
| http://kusaeni.com |
+-------------------+

Anonymous said...

bunda, terimakasih telah berbagi dg kami, terimakasih taushiyahnya :)

-umm nida-

Luigi said...

Alhamdulillah dengan segala anugerah yang telah dinikmati, semoga kedepan Mba Rosa & keluarga terus diberi kemudahan. Kapan rencana berangkat ibadah haji nih? ;-)

Anonymous said...

alhamdulillah kabar kami di sini baik bu ros :)..wah udah lulus semuanya yaa..senengnya :)..selamat ya buu :)..gimana weekend ya bu ros?..sun sayang buat shafiya yaa

*)Iin

Op said...

insaf membaca kisah ini. hmm....