Monday, March 07, 2005

Duh....Malaysia

Duh..Bunda orang yang awam dalam politik, tapi menurut Bunda mencari jalan diplomasi dan non-kekerasan dalam ketegangan antara RI-Malaysia di perairan Ambalat adalah sangat penting. Pengalaman Sipadan-Ligitan menunjukkan kita harus lebih concern terhadap perbatasan wilayah kita.
Untuk lebih jelasnya bisa baca di sini

Nasionalisme sempit bukan saatnya dimunculkan sekarang, nasionalisme yang rasional dan dewasa yang lebih dibutuhkan bangsa ini sekarang...Dan jangan juga mudah mengalihkan konsentrasi kita dari masalah kenaikan BBM dan segala akibatnya, masalah subsidi kepada rakyat miskin, masalah korupsi dan persoalan besar lainnya. J
Pada jaman Soekarno, proyek-proyek mercu suar dan konflik dengan tetangga sering dimunculkan untuk mengalihkan isu domestik seperti kemiskinan, resesi ekonomi,dll.

Pelajaran untuk pemerintah RI dan kita semua : Hargai dan jagalah dengan baik apa yang menjadi milik kita sekarang....
Rawat baik-baik dan pertahankan apa yang menjadi milik dan hak kita:)

Semoga semuanya berjalan dengan damai

7 comments:

.:nien:. said...

Tapi menurut orang-orang itu, the thing is not that simple (whatever that means!).
Kenthir yo nek dipikir2 .... huahuahahahhaha ... kata tante Nien, GAK PENTINGGGG KOENNNN!!!

pipit said...

iya mbak, semoga masalah ini bisa selesai dengan damailah. panas juga sebenarnya.. huh...

Shafiyya Ibrahim said...

kita doakan sama-sama masalah itu bisa kelar dengan damai dan adil ya.

sedih juga kalo baca. :(

Anonymous said...

iya bu ros sedih...padahal kita sesama bangsa melayu...pa kabar bu?

*)Iin

wasugi said...

masalahnya bukan perang dan tidak perang... masalahnya malaysia sudah berulang kali berbuat demikian, itukan penjajahan di abad modern namanya, kalau berani perang aja ... biar tentara indonesia ada kerjaan.

itha said...

betul kata wasugi Mbak Ros.
Malaysia ngelunjak nih. Diajak nego malah ngeles-ngeles aja. Klo gak bisa diseleseken dgn kompromi mah perang .. perang deh.

MERDEKA!!

clodi said...

iyah! GANYANG MALAYSIA! hehehehe... padahal udah ada dukungan dari filipina tentang batas teritorial itu teuteup wae si Malay ini keukeuh!