Sunday, July 30, 2006

PELAJARAN BERHARGA DARI BUAH HATI TERCINTA

Dapat lemparan dari Netta nih...tentang pengalaman menarik bersama anak tercintah :)

Terus Bunda ingat deh ama entry 1,5 tahun yang lalu (Oktober 2004) dimana saat itu usia Shafiya menjelang 3 tahun.

So...Bunda repost lagi disini yaa :) Mungkin ada yang belum membacanya..


Sore itu sepulang dari Rumah sakit aku letih sekali. Malam sebelumnya aku hrs on duty (jaga) di rumah sakit tempat ku menempuh pendidikan spesialisasi itu.
Biasanya, sepulangku dari kerja selalu bermain dengan anakku Shafiya, namun sore itu (setelah bekerja straight 36 jam non stop) aku begitu lelah sehingga disaat aku menemaninya mewarnai, aku sempat tertidur sekejap.

Aku terbangun dan mendapati Shafiya sudah tidak ada disisiku. Ketika kucari ternyata, dia ada di kamar mandi (kamar mandi kami ada di dalam kamar tidur).
Begitu melihatnya. Aku tercengang. Air di wastafel mengalir deras, dan membasahi bajunya. Sabun cuci botol susunya habis tertumpah dan 3 buah botol susunya bergelimpangan kemana-mana. Air di bak mandi yang baru aku kuras kemarin pun kotor penuh sabun.

Sekilas..akal sehatku berkata, apa yang ada di pikiran anakku sehingga dia berbuat seperti ini?

Namun akal sehat itu ternyata kalah dengan emosi yg memuncak karena keletihan dan kemarahan yang luar biasa. Sore itu, aku menghukum anakku dengan cubitan hingga ia menangis.

Setelah itu..aku didera perasaan bersalah, pikiran jernihku melintas lagi. Apa yang telah kuperbuat ini..? Aku menyesal telah menghukumnya demikian rupa. Perlahan-lahan dia kudekati dan kutanyakan dengan lembut, "Syaffa..kenapa main air sampai bajunya basah?"

Lalu dia menjawab "Kan aku mau minum susu di botol Bunda, tapi botolnya masih kotor, lalu aku cuci botolnya..pakai sabun cuci cair seperti yang Bunda sering pakai. Bunda tidur, jadi aku cuci sendiri botolnya".

Aku sayu dan terharu mendengar jawabannya. Rupanya aku menggunakan sudut pandang yang salah.

Yang kupikirkan ialah, Bunda capek Nak, kenapa kamu main air dan mengotori kamar mandi seperti itu. Aduh..baju kamu basah kuyup gitu, kalau demam bagaimana??

Padahal di pikiran anakku tentunya tidak seperti itu. Dia dalam proses belajar tentang kebersihan, ukuran, berbagai bentuk-bentuk sabun dan apa saja dalam kehidupan ini.

Terlalu cepat aku memvonis hanya dengan melihat baju basahnya dan kamar mandi yang berantakan.

Menyadari hal itu, aku segera memeluk anakku dan memohon maaf. Aku sangat menyesal dengan bentakan dan cubitan yang aku lakukan, hingga ia menangis ketakutan.

Astagfirullah...... aku ternyata sudah terjebak pada orientasi pada hasil, kalau saja aku berorientasi pada proses, sudah tentu terjadi dialog antara aku dan anakku sebelum aku melayangkan hukuman terhadapnya.

"Bunda minta maaf Nak, bunda marah-marah. Kalau Shafiya nanti mau Bantu Bunda cuci botol, boleh, tapi...sabunnya nggak banyak-banyak begitu dan jangan sampai mengotori bak mandi." demikian terjadi dialog antara kami, tentang air, tentang sabun cuci dan pentingnya menjaga kebersihan.

Sunggguh, ternyata banyak proses belajar yang harus dihargai tanpa mengabaikan hasil dari proses belajar tersebut.

Wednesday, July 26, 2006

Hihihiy...karena banyak yang penasaran ama nama anak ayamnya Shafiya :) maka..Bunda bilangin deh...(jangan tersinggung ya kalau namanya sama, maklum aja namanya anak kecil suka sesukanya kalau kasih nama:D)

Jadi....namanya adalah......

Beauty NHT = Beauty Nabila Hidayah Tasya

:D

isn't that a nice name???

Thursday, July 20, 2006

Shafiya's pet

Kemarin Bunda dan Bapak terkejut juga saat menjemput Shafiya di rumah Yang Ti. Gimana nggak? Shafiya ternyata dibelikan oleh Eyangnya anak ayam ! Shafiya sayang banget sama anak ayam peliharaannya ini.

Bunda: "OK..Syaffa harus tanggung jawab memelihara anak ayam ini yaaa. Mulai dari kasih nama, memberi makan dan minum juga kandangnya harus terus bersih. Jangan lupa cuci tangan sesudah mainan ama anak ayam ini."

Shafiya: " Ya Bun..! Hm...Aku kasih nama dulu ya anak ayam ini.."

Bunda: " Boleh...Hayoo..mau dikasih nama siapa nih?"

Shafiya: " Beauty :-) Bunda..nama anak ayamnya Beauty !! Nama lengkapnya Beauty N H T"

*Sengaja Bunda singkat tuh nama anak ayamnya Shafiya, soalnya takut ada yang tersinggung karena namanya sama :-)*

Oalah Nak..Nak...Nama anak ayam mu kok puanjang banget sih...:-))

Ini dia photo Shafiya dan Beauty...

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Monday, July 17, 2006

SHAFIYA'S FIRST DAY @ SCHOOL part-2

UPDATE:

Pagi ini adalah hari pertama Shafiya masuk sekolah di TK Al Hikmah. Alhamdulillah bisa bangun pagi, soalnya emang malamnya disuruh tidur awal (sekitar jam 20.00). Habis..Shafiya kalau tidur malam bisa malam banget loh...apalagi kalau dia lagi asyiik baca buku atau nonton Play House Disney Channel.

Setelah mandi dan gosok gigi, terus sarapan nasi goreng nugget bikinan Bunda, lalu kami berangkat deh ke TK Al Hikmah. Oya...Bunda memang lagi cuti 5 hari ini, jadi alhamdulillah bisa menemani Shafiya ke sekolah.

Sampai di Al Hikmah, alhamdullilah Shafiya shalihah, salim ke ibu guru2 yang berbaris menyambut anak2 murid baru. Shafiya dibimbing untuk menaruh tas sekolah (yang berisi bekal) di locker dan masuk ke dalam kelas. Bermain bola, baca-baca buku.

Tepat pukul 07.30, bel berbunyi nyaring dan semuanya berbaris dan masuk ke kelas. Jam 9-an anak TK A-1 (kelas Shafiya) berbaris lagi untuk berorientasi ke perpustakaan, ruang komputer, kolam renang dan play ground. Setelah itu, semua anak cuci tangan dan makan snack masing-masing di kelas.

Untuk 2 minggu pertama ini, TK-A masih pulang jam 10.00, tapi mulai Agustus nanti, jam belajar jadi penuh, sampai jam 12.00

Pheeww...alhamdulillah..Shafiya sangat hebat. Sama sekali tidak menangis saat harus masuk kelas sendiri maupun saat beraktivitas bersama ibu guru Titi dan Ibu guru Yuli. Alhamdulillah..
Sangat kooperatif dan bersemangat terlibat dalam semua aktivitas kelas.

Malahan...waktu sekitar jam 9, setelah selesai berorientasi sekolah, Shafiya lari ke arah Bunda sambil bilang.."Bunda nggak usah tunggu aku ! Bunda pergi aja kerja!"

Oalah.. Nak! Jadinya kok yang cemas perpisahan malah Bunda yaaa..bukan Shafiya..

Hihihihiyyy...

Ini foto-foto sewaktu Shafiya di sekolah tadi


Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Sunday, July 16, 2006

SHAFIYA'S FIRST DAY @ SCHOOL


Image Hosted by ImageShack.us

Besok adalah hari pertama Shafiya di TK Al Hikmah. Sebelumnya Shafiya sekolah di Play Group (alias TAMAN AZHAR) Al Azhar-Aurellia (Cabang dari Al Azhar Syifa Budi Kemang-Jakarta).

Selama ini alhamdulillah Shafiya adalah satu2nya siswi Taman Azhar yang gak ditungguin siapapun (baik mbak pengasuh, nenek maupun Bunda-nya). Jadi tiap pagi, Shafiya kami antar dan ntar jam 10 pas waktunya pulang, Shafiya dijemput ama Bapaknya untuk di titipkan ke rumah Yang Ti. Kadang kalau ada diskusi dengan mahasiswa bimbingan skripsi atau ada tutorial ataupun praktikum, Bapak malah telat jemput Shafiya. Tapi..Alhamdulillah Shafiya seneng-seneng aja tuh mainan di sekolahnya (TAMAN AZHAR AURELLIA)

Nah...karena berbagai macam alasan, Shafiya Bunda pindahkan ke TK Al Hikmah 2 yang di jalan Darmokali. Besok adalah hari pertama Shafiya masuk di TK.
Udah Bunda doktrinasi sih..bahwa Shafiya anak pemberani, pasti seneng di sekolah baru dll. Terus Shafiya nya juga kayaknya udah PeDe abis dan bilang...." Aku besok pasti berani Bun!! Kan aku anak shalihah..!"

Tapi..kok..teteup aja Bunda yang khawatir dan senewen yaaa....hihihihihiyyy..

Doain besok lancar ya..hari pertama Shafiya di sekolah..

Thursday, July 13, 2006

SEBEL !!!!!

Image Hosted by ImageShack.us

Aku nggak tahu mau mulai darimana, tapi aku rasa aku harus menuliskan ini. Aku mau memuntahkan rasa amarahku..

Dimulai dari hari Sabtu malam yang lalu, aku sedang tugas jaga di Gawat Darurat dan ada pasien yang kornea matanya robek dan harus dilakukan penjahitan. Pada saat itu alat slit lamp biomikroskopinya rusak, dan mikroskop operasi di IRD juga rusak karena fokusnya naik-turun.


Aku sudah berusaha semaksimal mungkin berbuat yang terbaik untuk pasien itu. Aku jahit kornea matanya dengan berhati-hati. Memang pada akhirnya kuputuskan untuk tidak menanam simpul jahitan di kornea matanya. Tapi aku punya alasan untuk itu!! Aku takut jahitan yang telah kubuat lepas lagi karena kondisi korneanya yang telah rapuh. Aku putuskan untuk menanam simpul jahitan itu beberapa hari kemudian bila memang kondisi korneanya telah memungkinkan.

Tapi apa jadinya kalau pagi tadi, Boss mengangkat kasusku itu seolah-olah aku berbuat kesalahan yang sangat FATAL! Dia memperbincangkan kasus itu di hadapan semua orang padahal dia bahkan tidak melihat pasiennya ! Seolah-olah aku berbuat sesuatu yang FATAL untuk pasien itu. Padahal aposisi luka jahitan luka yang kukerjakan cukup baik dan memang simpul jahitan TIDAK aku tanam. Tapi..aku punya alasan untuk itu!

Bahkan dengan lantangnya dia (yang sebenarnya datang terlambat pada morning report dan tidak mengerti benar kejadian yang sebenarnya) berkata " Bagaimana saya bisa memberikan brevet pada orang yang bahkan tidak tahu cara menanam simpul jahitan pada kornea!! "

Aku marah! Aku ingin berkata "Hey..aku bukan tidak tahu cara menanam simpul pada kornea! Aku MEMANG memutuskan TIDAK menanam simpul pada kornea itu, supaya jahitan pada kornea yang memang telah rapuh itu tidak terlepas lagi!!!!"

Tapi yang ada aku malah terdiam. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca...

Aku pergi ke kamar mandi dan air mata aku tidak dapat dibendung lagi. Aku menangis!! Aku benci dia. Aku benci tempat ini. Aku pergi klinik dan asistensi dr senior retinaku untuk pemeriksaan Goldmann Three Mirror. Mata aku berkaca-kaca dengan air mata. Aku terpaksa tahan supaya aku tak malukan diri aku di situ. Aku cukup tidak bersemangat waktu itu. Aku bisa saja tinggalkan klinik kalau aku mahu. Biar dia tahu apa maksud dari kata-kata tidak bertanggungjawab! yang dia lontarkan padaku didepan seluruh dokter lainnya.

Aku rasa aku tidak mengharapkan balasan apa-apa daripada siapapun. Aku cuma mau job satisfaction, sesuatu yang aku tidak pernah dan tidak akan dapat di sini. Kenapa tuduh aku tidak bertanggungjawab? Aku juga manusia biasa. Kalau aku ambil keputusan untuk tidak menanam dulu simpul jahitan itu, karena saat itu hanya aku yang mengerti keadaan klinis pasien itu. Apa itu bisa dibilang tidak bertanggungjawab?

Kenapa orang tidak bisa mengerti bahwa sebenarnya aku benci tempat ini tapi karena rasa tanggungjawablah aku masih di sini? Sungguh ironic. Sekarang aku rasa lebih tidak bersemangat lagi. Apa pun yang aku buat, apa pun pengorbanan aku untuk orang tidak hargai.

Aku rasa sangat-sangat demoralised. Aku rasa sangat bodoh, kerja meninggalkan anak yang seharusnya waktuku murni miliknya, kerja hingga mengabaikan waktu bersama suami. Aku sudah membuang waktu 3 tahun lebih mengabdikan diri kepada tempat ini tapi untuk apa?

Balasan daripada Allah sajalah yang aku harapkan sekarang tapi itu pun tidak pasti. Aku sendiri tidak yakin dengan keikhlasan aku. Aku tidak mau apa-apa, tapi tolong hargai pemikiranku. Aku cuma mau menangis, melepaskan rasa self-pity aku. Aahh… aku mau cepat-cepat keluar dari tempat ini.

Aku ini manusia. Aku ada perasaan juga, tahu rasa malu, rasa marah, dan rasa sedih.
Tapi aku paham..ini semua adalah luka kehidupan.. yang mengajak kita menyelam ke masa silam. Menemukan hikmah di balik kehidupan. Dan untuk mengingat masa yang akan datang.

Bak kata
abhi

Sudahkah sebuah luka membawa kita pada duka atas apa yang kita lupa?

Sudahlah. Aku kecewa dan mau ambil cuti yang sangat-sangat panjang.


Thursday, July 06, 2006

Celoteh Shafiya

Setting: sore hari menjelang maghrib.

Kebetulan aja Bunda lagi membayangkan enaknya liburan setelah 2-3 minggu ini dihujani dengan kesibukan bertumpuk. Wah..ke Jakarta enak juga kali yaa...bisa ajak Shafiya ke DUFAN, sekaligus memuaskan hasrat berburu di Mangga Dua :p

Setelah ngobrolin sama Shafiya dan Bapak ternyata mereka setuju. So..terjadilah dialog dibawah ini:

Bapak: "Coba Bunda hitung-hitung dan check di webnya Air Asia. Berapa sih tiket SUB-JKT- SUB dan sekalian telfon travel langganan untuk penginapan sekitar Mangga Dua/ Ancol?"

Shafiya: "Asyiiik...iya...Aku mau ikut ke Jakarta Bun..."

Bunda: " ok...deh...Bunda check dulu ya..!?!"

Setelah itu Bunda check website AirAsia, telpon travel dll..

Bunda:" Wah Pak...ternyata cukup mahal loh...kita kan nggak cuma perlu tiket dan hotel tapi juga transport selama disana, biaya masuk ke DUFAN dll..dll. Kayaknya mesti ditunda dulu nih."

Bapak: " Ya udah deh..nggak apa-apa..lain kali aja ya Nak kita ke Jakartanya.."

Shafiya: "Yah..kenapa Pak??? Aku ingin ke Jakarta nih.."

Bunda: " Uangnya belum cukup Nak..Insha Allah nanti ya..kalau ada rejeki kita kesana"

Shafiya: (masih belum puas) " Kan..bisa pakai uangnya MONOPOLI* Bun!!!"

Bapak + Bunda: *pingsanseketika*

Bwahahahahha.......

*permainan MONOPOLI adalah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan.
Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, dan apabila ia mendarat di petak yang belum dimiliki oleh pemain lain, ia dapat membeli petak itu sesuai harga yang tertera. Bila petak itu sudah dibeli pemain lain, ia harus membayar pemain itu uang sewa yang jumlahnya juga sudah ditetapkan.